Langsung ke konten utama

Ikhtiar ke Spesialis Andrologi #3

Pada konsultasi ketiga, dan status saya masih belum hamil, kami review hasil SAL, Uji ASA dengan metode HSAaT, Uji isoma, Uji Ig E Istri, Survival time test dan CRP dengan Dr. Indra. Ternyata hasil menunjukan bahwa ASA saya di level 131.072, normalnya 64 (harus turun 10-11 tingkat) dan SIV saya harus turun dari 1.21 ke 0,7-0.8. Akhirnya suami dirujuk untuk melakukan screening Pra-PLI+CRP (Biaya total Rp2.855.000) dan saya untuk melakukan DRI (Biaya Rp2.150.000). Hasilnya, alhamdulillah suami NR terhadap CMV IgM, Rubella IgM, TPHA, HbsAg, HIV, VDRL, Hepatitis A & C (Pra-PLI). Saya pun menghindari makanan yang berkategori alergen Ringan, Sedang dan Berat dari hasil DRI dengan Dr. Retno tujuannya agar ASA cepat turun.Tipe makanan yang harus dihindari saya sedikit, hanya Seafood, Gula, Susu Sapi, Anggur, Nanas, Keju, Bebek, Kacang kedelai beserta turunannya termasuk kecap, MSG, Aluminium (peralatan masak), Detergen mix.

Dilanjut kami melakukan PLI pertama pada tanggal 7 Maret dengan Dr. Vidya (Biaya Rp1.790.000) dan PLI kedua pada 22 Maret dengan perawat (Biaya Rp1.500.000), jadwal PLI ketiga 8 April. Pengalaman saya pertama kali PLI, tidak terasa sakit karena IgE dan CRP normal, tapi yang aneh adalah saya mengalami alergi sehari setelah PLI pertama. Akhirnya saya WA RSIA Sayyidah untuk menanyakan ke Dr. Indra, bahwasanya beliau bicara timbulnya alergi bukan karena PLI, tetapi karena makanan yang tadinya tidak kelihatan alerginya, sekarang jadi alergi. Saya di resepkan Metilprednisolon (lameson) 4mg 2x1 maksimal 5 hari. Dan benar, alergi pun berangsur menghilang

Sekarang kami sedang menunggu jadwal PLI ketiga dan semoga ASA saya turun banyak tingkat. Ada kemungkinan PLI saya tidak cukup satu siklus, saya dan suami saya hanya sanggup untuk dua siklus. Selama proses ini, suami saya mengalami peningkatan SAL dengan survival time 48 hours. IgE dan CRP kami normal, sehingga tidak banyak impact kepada saya terutama sebagai penerima Sel darah putih suami. Ini yang harus dipertahankan menurut Dr. Vidya. 

Di tengah proses ini, kamipun mengkonsumsi real food sarang burung walet (sudah 3 bulan selama 6 hari suami-istri). Namun, ada yang aneh pada siklus haid saya bulan Maret, sepertinya kacau lagi bisa jadi karena stress/sedang adaptasi dengan terapi ini. Hari ini adalah hari ke-6 saya telat haid, kemarin saya TP hasilnya Negative, badan sudah hawa mau haid. Saya memang disarankan untuk tidak terpapar sperma selama terapi ini, jika sudah di level 1.024 kami bisa buka KB alami selama masa subur. Kami sangat menunggu waktu itu datang.

Ada analogi yang sangat scientific ketika kami melakukan PLI pertama dengan Dr. Vidya, ASA saya yang tinggi (diibaratkan sebagai dinding yang dibentuk tubuh) penyebab sperma tidak tembus ke sel telur sehingga mengurangi presentasi tingkat kehamilan, meski hasil SAL suami saya normal dan rahim, hormon saya normal, tidak PCOS. Menurut Dr. Vidya yang sudah mengalami hal yang sama, dia dapat hamil normal ketika ASA sudah mendekat normal dan dia memantang makanan pemicu alergi dari test DRI. Saya termasuk beruntung karena banyak pilihan makanan yang masih saya bisa makan untuk nutrisi seimbang.

Saya akan update lagi setelah melakukan PLI ketiga dengan perawat (Biaya Rp1.500.000) dan evaluasi PLI 1, 2 & 3 (Biaya sekitar Rp1.300.000) sekitar bulan April 2021 akhir. Pindah ke label Program hamil ya untuk next postingan, kita sudahkan label Keguguran berulang di postingan berikut karena sudah jelas kendala keguguran berulang dan belum hamil kembali sejak lepas KB alami Juni 2019 (sekitar 9-10 bulan sampai sekarang).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keguguran berulang #2

Hari ini jadwal periksa ke Dr. Kanadi Sumapraja Spog (K) Msc, kesan pribadi: 1. Jangan pernah dengerin mitos atau omongan orang untuk mencoba diagnosa diri sendiri 2. Minta dokter tersebut memberikan edukasi tentang penyebab keguguran berulang 3. Test darah lengkap yang pernah di rekomendasikan dokter simpan dengan rapih, karena ini sangat membantu dokter untuk analisa kasus yang sedang lo alami 4. Hasil USG riwayat kehamilan dan lab pathology tiap keguguran simpan, di bawa pada konsultasi 5. Dokternya cukup komunikatif, bikin tenang dan menerangkan analogi hasil lab sesuai kondisi kami Hari ini sebenernya banyak diskusi dan edukasi dari dokter mengenai keguguran berulang, dokter bertanya bagimana pertama mengetahui setiap kehamilan, kondisi janin termasuk yolk sac  dan heart beat pada kehamilan pertama dan kedua, kondisi persiapan kuret, di kuret dengan persiapan benar atau tidak, sangat detail dan kebetulan saat itu aku bawa buku hamil pertama dan keduaku. Jadi karena pregnancy...

Program hamil #1 Suntik PLI/ILS

Hasil evaluasi PLI 1-3 sudah release, hasil ASA-nya turun 5 tingkat dari 131.072 ke 4.096. Alhasil, kami tetap melakukan PLI ke 4-6, namun dokter sudah membolehkan kami untuk buka KB alami pada saat masa subur saja. Pas sekali sedang bertepatan masa subur dan melakukannya 1x di hari ovulasi. Karena sedang ramadhan dan memasuki 10 hari terakhir, kami tidak fokus total kesana di hari berikutnya, sudah lewat juga masa suburnya. Dokter Indra menyarankan untuk tetap PLI sampai kehamilan trimester 2 selesai, dan segera test imunitas setelah mengetahui kehamilan terjadi.  Pada saat PLI ke 5 (9 Mei 2021), Dokter Retno (Dokter yang handle selama penyuntikan PLI di RS Sayyidah) mengarahkan segera cek obsgyn setelah siklus haid selanjutnya di hari ke 12 untuk mengecek status pematangan telur agar efektif dalam pembuahan. Namun, saat pengetikan artikel ini, saya sudah telat haid 3 hari atau sudah hari ke 36 HPHT sejak bulan April, nampaknya ini kedua kali siklus haid saya tidak normal lagi. Bu...

Cerita indah mencari Allah

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ Ketika ku sebagai Hamba-Nya, yang kulihat hanya satu, yaitu bergerak ke titik yang Allah ridho.  2017 merupakan titik balik tahun ku untuk melangkah, bergerak ke titik-Nya. Mulai ku melangkahkan kaki ke salah satu Masjid di bilangan Jakarta Selatan, Jalan Cipaku dengan bekal bisikan kawan yang sudah memulai hijrahnya terlebih dahulu. Saat itu, ku masih tak tau bahwa banyak hijrah yang berujung pada pencarian jodoh. Aku hanya memikirkan, ketenangan hidup dan memperbaiki diri. Waktu itu, ku tak ada fikiran jodoh harus ku cari dengan cara yang baik. Fokusku hanya: menjadikan diriku baik, sehingga aku dapat berdamai dengan diri sendiri dan mencari tahu faktor dan solusi islami papa dan mamaku dapat bercerai. Akhirnya aku memutuskan untuk fokus dalam memperbaiki Tahsin (bacaan Quran), lalu ku lanjut dengan mengikuti kajian muslimah. Hobby ku mencatat, kabar baiknya adalah Ali bin Abi Thalib RA pernah berkata "Ikatlah ilmu dengan menulisnya". 3...