Langsung ke konten utama

Keguguran berulang #2

Hari ini jadwal periksa ke Dr. Kanadi Sumapraja Spog (K) Msc, kesan pribadi:

1. Jangan pernah dengerin mitos atau omongan orang untuk mencoba diagnosa diri sendiri

2. Minta dokter tersebut memberikan edukasi tentang penyebab keguguran berulang

3. Test darah lengkap yang pernah di rekomendasikan dokter simpan dengan rapih, karena ini sangat membantu dokter untuk analisa kasus yang sedang lo alami

4. Hasil USG riwayat kehamilan dan lab pathology tiap keguguran simpan, di bawa pada konsultasi

5. Dokternya cukup komunikatif, bikin tenang dan menerangkan analogi hasil lab sesuai kondisi kami

Hari ini sebenernya banyak diskusi dan edukasi dari dokter mengenai keguguran berulang, dokter bertanya bagimana pertama mengetahui setiap kehamilan, kondisi janin termasuk yolk sac dan heart beat pada kehamilan pertama dan kedua, kondisi persiapan kuret, di kuret dengan persiapan benar atau tidak, sangat detail dan kebetulan saat itu aku bawa buku hamil pertama dan keduaku. Jadi karena pregnancy loss aku selalu gak lebih dari 10 weeks, masih di klasifikasikan sebagai keguguran karena kondisi janin yang memiliki kelainan kromosom melalui seleksi alam. Dari edukasi dokter saat itu, ada 2 konsep keguguran terjadi: sisi ibu atau sisi janin.

1. Kondisi janin terhadap lingkungannya (karena plasenta janin akan terbentuk pada 10 weeks kehamilan), jadi selama kehamilan di bawah 10 weeks, janin tersebut memiliki kemampuan bertahan murni dari kualitas embrio tersebut dalam perkembangannya. 

2. Kondisi ibu dalam menopang si janin tersebut, biasanya kejadian di usia kehamilan di 10 weeks keatas

Dokter juga bertanya diagnosa juga treatment apa saja dari hematolog dan memeriksa hasil lab pribadiku yang cukup lengkap. Dari sini kami paham banyak banget tuduhan yang sesat kami dengar selama kejadian keguguran berulang ini seperti kelelahan mempengaruhi kualitas sperma sepenuhnya, rahim lemah, maupun bed rest selama hamil berpengaruh banyak untuk menghindari keguguran, tidak semuanya cocok pada riwayat medis kami. Bahwasanya sperma dan sel telur adalah pemberian tuhan yang ada di dalam tubuh kita dari sejak lahir.

Alhamdulillah DNA fragmentation index suami normal, meski hasil sperma analysis nya terkesan Oligo-Asthenozoospermia. Jadi dokter hanya meresepkan suami oligocare 30 pcs dan di harapkan analisis sperma kembali setelah rutin mengkonsumsi supplement tersebut dan aku juga dapat surat pengantar untuk test LH, FSH dan Estradiol karena homework kami sekarang hanya memperbaiki kualitas sperma dan gangguan haid setelah dokter USG transV di hari ke 13 HPHT. Rencananya kami akan kembali lagi setelah sudah ada hasil test lab di atas tersebut. 

Dokter pun berbicara tentang apakah kasus kami perlu inseminasi atau tidak, itu juga akan di jawab pada pemeriksaan kedua. Ada yang di garis bawahi oleh dokter saat itu ketika kami bercerita bahwa setahun kemarin kami melakukan kontrasepsi alami agar tidak hamil dulu karena mau umrah, dokter berkata itu juga tidak menjamin aman, karena proses konsepsi sperma atau sel telur itu di rancang oleh pikiran kita. Dari situ kami menyimpulkan bahwa, 2x keguguran kemarin, adalah murni karena kualitas embrio tersebut bukan faktor kondisiku atau suami.

Dokter juga menjelaskan, seleksi konsepsi oleh tubuh telah dilakukan sejak 100 hari awal sebelum kita terdeteksi hamil sampai melalui proses haid. Akupun bertanya apakah tergolong sebagai wanita yang PCOS karena memiliki AMH yang sedikit di atas normal, menurut dokter tidak, karena untuk menentukan pasien tersebut PCOS atau bukan dilihat dari 4 faktor: gangguan haid, sel telur yang melebihi jumlah normal, adanya hormon laki-laki sehingga memiliki rambut halus di bagian yang tidak wajar, AMH itu sendiri. Kasusku hanya memiliki  1 faktor, yaitu gangguan haid. Dokter juga check tiroid langsung di leherku, memastikan bahwa hasil lab singkron dengan actual condition.

Terimakasih dokter karena kami jadi cukup mengerti kondisi tubuh kami saat ini, oh iya bagi readers, dokter juga ada youtube pribadi ternyata dan sering memberikan edukasi tentang keguguran berulang, gangguan haid atau kelainan konsidi rahim Keguguran Berulang with Dr. Kanadi di simak ya, jadilah pribadi yang smart  sehingga memiliki informasi yang tepat untuk tubuh sendiri dari orang yang tepat dan memiliki penanganan yang tepat. Sampai jumpa di kelanjutan Keguguran berulang #3

Sambungan dari Keguguran berulang #1 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Program hamil #1 Suntik PLI/ILS

Hasil evaluasi PLI 1-3 sudah release, hasil ASA-nya turun 5 tingkat dari 131.072 ke 4.096. Alhasil, kami tetap melakukan PLI ke 4-6, namun dokter sudah membolehkan kami untuk buka KB alami pada saat masa subur saja. Pas sekali sedang bertepatan masa subur dan melakukannya 1x di hari ovulasi. Karena sedang ramadhan dan memasuki 10 hari terakhir, kami tidak fokus total kesana di hari berikutnya, sudah lewat juga masa suburnya. Dokter Indra menyarankan untuk tetap PLI sampai kehamilan trimester 2 selesai, dan segera test imunitas setelah mengetahui kehamilan terjadi.  Pada saat PLI ke 5 (9 Mei 2021), Dokter Retno (Dokter yang handle selama penyuntikan PLI di RS Sayyidah) mengarahkan segera cek obsgyn setelah siklus haid selanjutnya di hari ke 12 untuk mengecek status pematangan telur agar efektif dalam pembuahan. Namun, saat pengetikan artikel ini, saya sudah telat haid 3 hari atau sudah hari ke 36 HPHT sejak bulan April, nampaknya ini kedua kali siklus haid saya tidak normal lagi. Bu...

Cerita indah mencari Allah

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ Ketika ku sebagai Hamba-Nya, yang kulihat hanya satu, yaitu bergerak ke titik yang Allah ridho.  2017 merupakan titik balik tahun ku untuk melangkah, bergerak ke titik-Nya. Mulai ku melangkahkan kaki ke salah satu Masjid di bilangan Jakarta Selatan, Jalan Cipaku dengan bekal bisikan kawan yang sudah memulai hijrahnya terlebih dahulu. Saat itu, ku masih tak tau bahwa banyak hijrah yang berujung pada pencarian jodoh. Aku hanya memikirkan, ketenangan hidup dan memperbaiki diri. Waktu itu, ku tak ada fikiran jodoh harus ku cari dengan cara yang baik. Fokusku hanya: menjadikan diriku baik, sehingga aku dapat berdamai dengan diri sendiri dan mencari tahu faktor dan solusi islami papa dan mamaku dapat bercerai. Akhirnya aku memutuskan untuk fokus dalam memperbaiki Tahsin (bacaan Quran), lalu ku lanjut dengan mengikuti kajian muslimah. Hobby ku mencatat, kabar baiknya adalah Ali bin Abi Thalib RA pernah berkata "Ikatlah ilmu dengan menulisnya". 3...