Challenge day #10 Your best friend
Ketika di tanya orang, siapa sih best friend lo, terus gw bingung, iya yah sekarang siapa? Semenjak nikah pun gw baru sadar, di dunia ini gak ada yang bener-bener bisa lo jadiin best friends selain pasangan lo sendiri yang tau aib pribadi lo dan keluarga lo.
Gw sendiri masih memelihara beberapa pertemanan dengan beberapa kawan dekat regularly, tapi emang kita buidling trust nya ga bentar, terus kita sama-sama saling bantu dari kalau lagi ada masalah, pinjem meminjam uang pun juga sudah biasa dan lancar. Hanya ada 1 temen gw yang bisa begini dan dia baru nikah Agustus lalu dan kita udah setahun Long Distance Friendship karena dia harus balik ke asal kota nya untuk kumpul bersama keluarganya setelah ibu kandungnya meninggal.
Tapi tetep sih, posisi pasangan lo sebagai best friend tidak bisa tergeser. Dia selalu ada di sebelah lo 24 hours. Yang selalu stand by mau lo nyebelin atau nggak pun. Yang saling bisa mempengaruhi takdir satu sama lain. Keren ya, iya...mangkanya milih suami itu ga bisa ngasal. Layaknya kami, saling memfilter satu sama lain dengan pertanyaan-pertanyaan fundamental pra-nikah. Dan itu selesai sebelum suami memutuskan untuk lanjut ke arah khitbah.
Baik, ternyata tidak seburuk itu menikah dengan seseorang yang sangat bersebrangan sifat, kebiasaan, asal usul dll. Justru dengan saling berbeda lah hidup itu ternyata penuh warna. Indah sekali perbedaan untuk saling melengkapi.
Dear Suami,
Terimakasih sudah menjadi teman terbaik, tidak sekalipun menyesal ku pernah mengalami berbagai beberapa keterpurukan dalam menemukan jati diri untuk menemui cinta sejati. Kini pernikahan kita sudah berjalan 2 tahun, namun terasa ku baru sore kemarin kita berkenalan. Hari ini ku bersyukur kita terhadap keter'salingan' kita. Anak broken home ini pun bertemu jalan pulang ke rumah di dunia. Dunia yang penuh durjana dan kebahagiaan semu.
Besok, umurmu berkurang 1, pintaku cuma satu kepada Allah, satukan kami dunia-akhirat di dalam jannah mu yang terbaik. Semoga Allah izin kan kami untuk melanjutkan jejak Nabi Muhammad SAW dalam mencetak generasi rabbani, melahirkan ummat Rasulullah SAW agar Islam tetap berjaya dan memiliki rupa dan jiwa seperti beliau.
Aku percaya, bahwa takdir Allah sungguhlah baik, tidak ada kata terlambat dalam kamusNya, semoga kita selalu diberi kemudahanNya dalam setiap langkah.
Ya Allah, Hamba titipkan suami kepadaMu, jagalah fisik dan akhlaknya, jagalah penglihatan dan pendengarannya, jauhkanlah dari hal-hal yang tidak kau sukai dan tidak kau ridhoi, jadikanlah kami keuarga yang sakinah mawaddah warrahmah hinga ke surga terbaikMu, aamiin.
Komentar
Posting Komentar