Allah tidak pernah salah menempatkan waktu dalam setiap takdir.
Sebuah kalimat yang sering terdengar, namun sabar adalah ujian terberat bagi manusia dalam kehidupan.
Flashback 2018-2019
Satu kali siklus haid setelah menikah, Allah titip amanah di tubuhku, namun itu tak bertahan lama, hanya 8 week dan dokter memvonis janin tidak berkembang. 6 bulan setelahnya, Allah beri lagi kami amanah yang sama selama 10 weeks dan terdiagnosa kematian mudigah. Kita putuskan rehat selama 1 tahun untuk mempersiapkan tubuh, psikologis dan menikmati pacaran halal setelah menikah.
Atas izin Allah, aku dan suami sangat menikmati 1 tahun break kita dalam mengenal satu sama lain. Sangat menarik bagi 2 orang yang belum pernah kenal sama sekali dan membangun sebuah empire nya sendiri melalui bahtera Rumah Tangga Islami.
Di perjalanan melakukan observasi penyebab keguguran, aku melakukan serangkaian test imunitas dan berkonsultasi lanjutan dengan Hematolog senior (Dr. Shufrie Effendy Sp.PD-KHOM) di RS PGI Cikini. Diagnosa beliau adalah "Sticky Blood dan Anemia Defesiensi Zat Besi". Rawat jalan dengan izin Allah TUNTAS sebulan sebelum keberangkatan Umrah kami ke tanah suci, Mekkah pada Februari 2020 (beberapa saat sebelum negara tersebut mendeklarasikan Lockdown, kami sudah tiba di tanah air).
2020
Adalah tahun yang penuh musibah di Negaraku, Indonesia, dari Banjir, Gempa dan Wabah pandemi SARS COV19. Juni bertepatan setahun setelah kematian mudigah janin dan kami memutuskan untuk tidak melakukan kontrasepsi alami lagi. Bertekad untuk fokus memiliki keturunan lagi dalam waktu dekat, 31 Agustus aku dan suami memutuskan untuk observasi pra-kehamilan dengan riwayat keguguran berulang ke Dr. Gita Pratama di RSCM Kencana. Aku & suami di beri surat pengantar untuk melakukan serangkaian lab test lanjutan. Di tengah menunggu hasil, kami melakukan beberapa riset untuk mencari dokter yang tepat dengan riwayat keguguran berulang. Pilihan untuk berpindah ke Dr. Kanadi Sumapraja Spog (K) Msc jatuh ke tangan kami untuk kunjungan ke-2 minggu depan.
Dan ini semua atas prakarsa kami sebagai pasangan suami-istri yang masih penasaran dimana masalah dari keguguran berulang yang terjadi. Di tengah pandemi, keadaan ekonomi menuju resesi. Bersambung ya ceritanya (di Keguguran Berulang #2)...
Di bawah ini adalah ARSIP serangkaian test yang di jalankan 1 bulan setelah keguguran ke-2 dengan diagnosa Kematian Mudigah di Rumah Sakit Hermina Bekasi Barat, dengan Dr. Regina di bulan Agustus 2019.
1. Hematologi Lengkap
2. Haemostasis (Fibrinogen, D-Dimer)
3. Imunoserologi (ACA IgG, ACA IgM)
4. Beta2 Glikoprotein1 IgG IgM
Kemudian, aku melanjutkan pencarian dokter Hematologi, jatuh pilihan kepada Dr. Shufrie Effendy Sp.PD-KHOM di RS PGI Cikini, serangkaian lab test di bawah ini dan aku diberikan transfusi venofer 2x seminggu selama 6x dengan rawat jalan bertahap. Ini juga gak sembarang ke Hematolog, aku selalu melakukan annual MCU tiap tahunnya dan terdiagnosa Anemia Hemolitik dengan gejala 5L (Lemas, Letih, Lesu & Lunglai) ditambah riwayat keguguran berulang (lebih dari 1x).
1. SI, TIBC
2. ANA
3. Ferritin
4. Agregasi trombosit
5. LA
Setelah menyelesaikan 6 rangkaian transfusi venofer tersebut (ditambah vitamin pendamping seperti asam folat, vit B, maltofer, aspilet/pengencer darah), dokter tutup dengan cek lab lagi untuk Hematologi lengkap, Agregasi Trombosit dan LDH. Aku juga sudah melakukan test TORCH setelah keguguran pertama, dan Alhamdulillah atas izin allah, semua hasil normal di Januari dan semakin normal terkonfirmasi dari hasil Annual MCU-Agustus 2020.
ARSIP pengantar lab yang diberikan Dr. Gita Pratama untukku, total Rp 2,1 jt di RSCM Kencana:
1. Glukosa Puasa
2. AMH
3. Insulin
4. Prolaktin
5. TSHs
6. Vitamin D 25-OH
ARSIP pengantar lab yang diberikan untuk suami, total Rp 1,3 jt di RSCM Kencana:
1. Analis sperma lengkap
2. HALO sperm
Yang aku sebutin total itu biaya yang keluar dari kocek sendiri ya, karena tidak di cover asuransi kantor.
Karena pernah 2x hamil, berikut list dokter yang pernah dikunjungi karena satu dan lain hal plus review pribadi dari aku:
1. Dr. Tirsa Verani Spog, di Brawijaya Hospital, aku diskusi tentang keterlambatan haid pertama menjelang terkonfirmasi kehamilan pertama, dokter muda dan cantik, random kepilih karna dia lagi praktek pada saat perut kayanya gak enak banget di kantor
2. Dr. Data Spog, di Mitra Bekasi Timur, dokter yang mengkonfirmasi kehamilan pertamaku, alasan datang karna test pack sudah garis dua dan ga punya informasi dokter obsgyn sama sekali pada saat itu
3. Dr. Yeni Spog, di Mitra Bekasi Timur, dokter yang menangani kuret dan rawat jalan kehamilan pertama & kedua di bekasi, dokter yang selalu banyak antriannya
4. Dr. Bintari Puspasari Spog, di Hermina Galaxy, diskusi tentang keterlambatan haid pasca hamil pertama yang ternyata dokter RSIA asih juga dan spesialis laktasi, ini random milih karna nyari antrian yang ga panjang
5. Dr. Ratna Lestari Habibah Spog, di RSIA asih, dokter yang menangani kehamilan kedua di Jakarta, ini juga, milih karna deket kosan plus tiap hari ada. Dokternya islami & kalau ngejelasin scientific banget
6. Dr. Regina Spog, di Hermina Bekasi Barat, dokter yang menangani kuret kehamilan kedua, rekomendasi dari temen main yang konsul sama beliau. Lulusan Germany, idealis pro-normal
7. Dr Yudith Spog (K), di RS Hermina Barat, beliau spesialis fetomaternal, waktu itu periksa pasca kuret juga diskusi masalah keguguran kedua, antriannya sangat banyak
8. Dr. Kusmaryati Spog, di Mitra Bekasi Timur, diskusi tentang keterlambatan haid menjelang perjalanan Umrah, dokter paling islami dan nenangin
9. Dr. Gita Pratama Spog (K) Mrepsc, di RSCM Kencana, referensi dari Fitrop & Dr. Mestari sebenernya, karena aku & suami berasumsi kita ada issue pada sistem reproduksi pada keguguran berulang ini, dokter nya enak, nenangin juga
Opiniku, bersegeralah ke Obsgyn ketika:
1. Haid terlambat/tidak teratur siklusnya/haid sakit gak normal seperti biasa
2. Observasi kondisi kesehatan pribadi tentang history keguguran berulang (lebih dari 1x)
3. Persiapan kehamilan/sedang hamil/mau melahirkan
Komentar
Posting Komentar