Langsung ke konten utama

Me & Couchsurfing.org

Just sharing kenapa gw seneng banget pake Couchsurfing, banyak banget serunya!

2012 gw mulai travel abroad pertama kali ke Singapore, zaman masih IDR ke SGD masih 7.500. Gw dapet tiket QZ (Air asia) PP 600ribuan dan hostel semalam masih IDR 360ribuan. 2013 balik lagi pake Tiger air yang harganya ga jauh dari harga QZ di 2012. Disini gw ketemu temen Twitter gw dan dia jadi host gw di 2012. On 2013, gw balik lagi dong single trip ke Singapore dan gw stay di salah satu CSers sana, perempuan keturunan Malaysia (Islam dong). Menariknya, dia l3sbian dan ini kali pertama gw secara sadar kalau gw sedang bergaul dengan kaum itu. Tapi ya, karena gw biasa aja sama kaum tersebut dan saat itu gw pura-pura bilang sudah punya boyfriend, aman dong. Hanya semalam disana, tidur di ruang serbaguna dan dapet couch yang nyaman, semacam sofabed gitu lah. Kesan: OKAY

2014 Songkran Festivals Trip to Thailand, dapet 3 host aslinya, namun cuma 2 yang working. Pertama orang India, kedua orang Vietnam. Kapok dealing sama Indian haha, yang terfikirkan cuma get lost karna waktu itu janjian mau Songkran Festivals di Khaosan Rd. bareng dimana gw naik motor boncengan berempat dong sama travel mate gw dan si VN CSers ini, hahaha imagine di negara orang naik motor di jalan besar demi get lost dari Indian yang losers itu. Dapet pengalaman baru, kalo di Thailand jangan harap manusia nya bisa di ajak komunikasi bahasa inggris, lo harus punya back up temen orang sana demi biar ga di bodoh-bodohin orang. 

VN CSers ini juga kenalnya unik, kita kenal di Indonesia, gw nge host dia jalan di Jakarta 2013, kita ketemu lagi di 2014 Thailand karena kebetulan dia working disana dan literally bisa bahasa Thai. Sampe sekarang kita masih bertemen baik di socmed. 

2013 trip ke Bali, itu juga dapet CSers yang enak bangettt, anak perhotelan, trus emang tau spot-spot bagus di Bali pada tahun itu. Sama, sampe sekarang juga berkawan baik di socmed dan waktu balik ke Bali pun 2017, masih sama dia haha bedanya pakaian gw lebih tertutup aja dan lebih behavior.

2019 trip ke Jepang, dapet CSers susah banget di Tokyo, akhirnya dapet host yang klik waktu kita trip ke Hokkaido, sampe gw di pinjemin sepatu boot karena disana lagi heavy snow. God, it's best memories of the year! First long trip with my beloved husband and very kind of CSers. 

2020 umrah ke KSA, awalnya susah banget yang offer kebanyakan pria, but finallly dapet CSers perempuan, unik banget, gw jadi paham dark side nya wanita wanita arab disana. Tapi mereka emang most welcome sama visitor!

Overall, akun CS gw udah verified, karena gw mengutamakan safety. Berikut di bawah ini Tips & trick versi gw dalam menentukan host baik untuk sekedar kopdar atau homestay.

1. Pastiin lo baca dengan teliti profil nya
2. Reference biasa nya bisa menjebak, lo harus cek lagi dia di socmed pribadinya, cari laman IG, FB/Twitter untuk alasan safety
3. Ber evolusi lah seketika memungkinkan, lo ga harus jadi diri lo sendiri ketika keadaan emergency, kadang get lost adalah pilihan terbaik
4. Hati-hati dengan host dari dataran India/Pakistan, gw udah 1x ngalamin dan 1x dapet testimoni salah satu CSers kalo orang-orang tersebut suka banyak lies
5. Usahain ketemu atau abis ketemu tidak dengan tangan kosong, bawa oleh-oleh dari negara asal biar host merasa ter-apresiasi
6. Kalau lo perempuan, sebisa mungkin cari host yang satu gender, ya kecuali lo dapet family host, it's ok lumayan aman untuk solo traveler

Gw masih terjalin komunikasi yang baik dengan CSers tersebut via socmed, jadi quality time berhasil membuat kita menganggap waktu bersama orang lain tersebut berharga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keguguran berulang #2

Hari ini jadwal periksa ke Dr. Kanadi Sumapraja Spog (K) Msc, kesan pribadi: 1. Jangan pernah dengerin mitos atau omongan orang untuk mencoba diagnosa diri sendiri 2. Minta dokter tersebut memberikan edukasi tentang penyebab keguguran berulang 3. Test darah lengkap yang pernah di rekomendasikan dokter simpan dengan rapih, karena ini sangat membantu dokter untuk analisa kasus yang sedang lo alami 4. Hasil USG riwayat kehamilan dan lab pathology tiap keguguran simpan, di bawa pada konsultasi 5. Dokternya cukup komunikatif, bikin tenang dan menerangkan analogi hasil lab sesuai kondisi kami Hari ini sebenernya banyak diskusi dan edukasi dari dokter mengenai keguguran berulang, dokter bertanya bagimana pertama mengetahui setiap kehamilan, kondisi janin termasuk yolk sac  dan heart beat pada kehamilan pertama dan kedua, kondisi persiapan kuret, di kuret dengan persiapan benar atau tidak, sangat detail dan kebetulan saat itu aku bawa buku hamil pertama dan keduaku. Jadi karena pregnancy...

Program hamil #1 Suntik PLI/ILS

Hasil evaluasi PLI 1-3 sudah release, hasil ASA-nya turun 5 tingkat dari 131.072 ke 4.096. Alhasil, kami tetap melakukan PLI ke 4-6, namun dokter sudah membolehkan kami untuk buka KB alami pada saat masa subur saja. Pas sekali sedang bertepatan masa subur dan melakukannya 1x di hari ovulasi. Karena sedang ramadhan dan memasuki 10 hari terakhir, kami tidak fokus total kesana di hari berikutnya, sudah lewat juga masa suburnya. Dokter Indra menyarankan untuk tetap PLI sampai kehamilan trimester 2 selesai, dan segera test imunitas setelah mengetahui kehamilan terjadi.  Pada saat PLI ke 5 (9 Mei 2021), Dokter Retno (Dokter yang handle selama penyuntikan PLI di RS Sayyidah) mengarahkan segera cek obsgyn setelah siklus haid selanjutnya di hari ke 12 untuk mengecek status pematangan telur agar efektif dalam pembuahan. Namun, saat pengetikan artikel ini, saya sudah telat haid 3 hari atau sudah hari ke 36 HPHT sejak bulan April, nampaknya ini kedua kali siklus haid saya tidak normal lagi. Bu...

Cerita indah mencari Allah

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ Ketika ku sebagai Hamba-Nya, yang kulihat hanya satu, yaitu bergerak ke titik yang Allah ridho.  2017 merupakan titik balik tahun ku untuk melangkah, bergerak ke titik-Nya. Mulai ku melangkahkan kaki ke salah satu Masjid di bilangan Jakarta Selatan, Jalan Cipaku dengan bekal bisikan kawan yang sudah memulai hijrahnya terlebih dahulu. Saat itu, ku masih tak tau bahwa banyak hijrah yang berujung pada pencarian jodoh. Aku hanya memikirkan, ketenangan hidup dan memperbaiki diri. Waktu itu, ku tak ada fikiran jodoh harus ku cari dengan cara yang baik. Fokusku hanya: menjadikan diriku baik, sehingga aku dapat berdamai dengan diri sendiri dan mencari tahu faktor dan solusi islami papa dan mamaku dapat bercerai. Akhirnya aku memutuskan untuk fokus dalam memperbaiki Tahsin (bacaan Quran), lalu ku lanjut dengan mengikuti kajian muslimah. Hobby ku mencatat, kabar baiknya adalah Ali bin Abi Thalib RA pernah berkata "Ikatlah ilmu dengan menulisnya". 3...