Challenge day #5 Your parents
Ulasan singkat terkait judul adalah sebuah rating untuk membaca isi dari blog ini agar tetap berada dalam point of view yang luas.
My parents are divorced, that's not stopping me to be a loser on everything.
Kenapa? Karena menurutku, mereka adalah perantara kita semua untuk tetap on track dalam beribadah kepadaNya. Jadi, sebenernya aku sedikit tidak setuju bahwa when you are raised from broken home family, you have no rights to have same love feelings with other complete family. Betul?
Dari kejadian ketidak lengkapan ini, aku belajar bahwa untuk mendidik dan mendapatkan anak yang solih/solihah dimulai dari cara yang benar dan mencoba mendekati tuntunan rasulullah SAW dalam memilih suami.
Belasan tahun lebih sudah aku dan adikku tidak mendapatkan asupan lahir batin dari seorang ayah. Tapi kami bersyukur, punya ibu yang sehat, tegar dan produktif. Beberapa bulan menjelang ku menikah pun kami sangat berusaha dalam mencari tahu lokasi dan menghubungi ayah untuk menjadi wali nikah, apa daya, ternyata beliau memang tidak memiliki itikad baik untuk memenuhi tanggung jawab terakhirnya sebagai orang tua. Secara syar'i wali nikah pun telah jatuh kepada adik laki-laki.
Manisnya Allah mengganti dengan suami yang bertolak belakang sifat dan perilakunya dengan ayah, membuktikan bahwa janji Allah adalah benar untuk hambanya yang percaya.
Minggu lalu, tepat 2 tahun setelah ayah hilang kabar setelah acara pernikahan kami, aku mendapati beliau menghubungi nomor ibuku, dan aku pun mulai berkirim pesan, beliau minta maaf karena tidak memenuhi janjinya untuk menjadi wali nikah dan saya pun meminta ridho agar tidak ada kesalahpahaman untuk kedepannya.
Baiklah, karena itu sudah takdirnya, life must go on.
Jurnal syukur hari ini: Alhamdulillah, Allah kasih nikmat sehat dan iman untuk tetap berbakti kepada orang tua melalui jalur doa. InsyaAllah tidak ada ikhtiar yang sia-sia di mata Allah.
Komentar
Posting Komentar